KEMAUAN SEORANG ANAK
Ada seorang anak yang ikut masuk dalam sebuah toko buah bersama dengan orangtuanya, didalam sebuah toko tersebut terdapat berbagai macam aneka buah. dengan keriangannya dia sangat menikmati suasana toko itu. bersama dengan orang tuanya ia diberi keleluasaan untuk mencari dan mengambil buah tersebut.
Seorang anak ini dengan sangat teliti ia memilih kesana kemari untuk menentukan buah yang akan dinikmatinya. orangtuanya bertanya " Nak mana buah yang akan kamu pilih kok lama banget milihnya " si anak ini menjawab " Ayah aku ingin memilih buah yang nanti aku makan yang rasanya aku suka" sang ibu dengan kebahagiaannya ikut memilihkan " Coba jeruk yang ini nak ini rasanya manis atau kamu mau buah apel itu yang merah" sang anakpun menjawab "Ibu ditoko ini semua buah pasti enak dan manis ayah dan ibu pilih sendiri buah yang ayah dan ibu ingin menikmatinya aku ingin mencari buah yang aku suka sendiri" dengan penuh pengertian ayah dan ibu ini membebaskan anaknya mencari buah yang disukai.
agak beberapa lama anak ini mencari buah ditimangnya satu persatu sang ayah bertanya " Nak buah seperti apa yang ingin kamu makan kok lama banget nyarinya sudah ayah perhatikan sejak tadi kamu banyak sekali kamu menimang nimang buah namun kamu letakan kembali lantas buah seperti apa yang ingin kamu nikmati"
jawaban si anak ini sangat membuat hati orang tuanya tersentuh dia berkata " Ayah ibu aku ingin menikmati buah yang aku suka aku ingin mencari yang tanpa cacat dan enak rasanya yang aku tidak boleh kecewa setelah memilihnya" kemudian anak inipun mencari kembali buah buah yang ada ditoko itu. lalu ia mengambil buah yang pernah ia timang timang. dia sangat melihat dengan telitinya dibawanya kesana kemari untuk membandingkannya. melihat anaknya yang telah membawa buah ayahnyapun bertanya " Nak inikah buah yang kamu pilih dan kamu suka" jawab si anak " Sebentar lah ayah aku ingin mencari baik dari yang terbaik buat aku" dengan penuh kesabaran orang tuanya menungguinya.
Sang ayah kembali memperhatikan anaknya yang rupanya telah memilih buah yang tadi dibawanya lalu berkata" Nak ayah perhatikan dari tadi kamu sudah memilih mari kamu ambil dan kita bawa pulang" anakpun menjawab. "Ayah ini buah yang aku pilih dan ini akan aku bawa pulang" ayahnya menjawab " Ok nak mari kita bawa pulang" lalu anak ini berkata " Sebentar ayah aku hendak buang air kecil aku letakan buah ini dulu ya" ditungguinya anaknya dari kamar kecil di pojok toko itu.
selama anak ini di kamar kecil ada seorang pembeli lain yang telah mengambil buah yang dipilih anak ini dandibayarnya di kasir toko itu. sekembalinya dari kamar kecil dia bertanya pada ayahnya " Ayah adakah seseorang yang telah mengambil buah yang aku pilih tadi? " jawab ayahnya " Nak ada seorang yang telah mengambil buah yang kamu pilih tadi dan ayah tidak mampu mencegahnya karna kita belum membayarnya" dengan wajah muram hati sedih anak ini kelihatan sangat kecewa dia bertanya dengan orang tuanya " kenapa ayah dan ibu tidak mau menjaganya aku sudah memilih dengan susah payah" jawab sang ayah " Nak pilihlah kembali buah buah disini aku bersama ibumu meski sudah cukup lama menungguimu namun akan sabar menungguimu" dengan sangat kecewa dan muram wajahnya dia mencari kembali buah itu.
si anak ini telah kembali memilih buah dan membawa ke orang tuanya. lalu ayahnya berkata " sudahkah kamu memilih buah itu nak? " dengan masih murung ia berkata " Ayah ini yang aku pilih" kata si ayah " Sudah jangan cemberut kan kamu sudah memilih" jawab si anak " Tapi tadikan aku sangat lama nyarinya ayah" lalu dibayarnya buah itu dan mereka keluar dari toko itu.
Diluar toko si anak tadi melihat ada seseorang menimang buah diliriknya buah itu dia sangat paham dengan buah itu karena itu adalah buah yang dipilihnya didalam toko itu. tanyanya pada ayahnya " ayah bukankah itu buah yang aku pilih tadi? aku sangat hapal akan pilihanku tadi ayah" jawab ayahnya " Nak buah itu telah menjadi milik orang lain kamu tidak boleh mengambilnya"
Dengan penuh kemuraman ia protes dengan ayahnya. ia terus berfikir kenapa buah itu dimiliki dan dinik
mati orang sementara ia dengan susah payah memilih dan meneliti buah itu
Dengan penuh kemuraman ia protes dengan ayahnya. ia terus berfikir kenapa buah itu dimiliki dan dinik
mati orang sementara ia dengan susah payah memilih dan meneliti buah itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar